Selasa, 23 Juli 2019
7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

kebiasaan-perusak-ginjal-doktersehat

DokterSehat.Com– Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang rentan mengalami kerusakan. Khususnya jika kita menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan hal ini sehingga membuat beban kerja dari organ ini semakin meningkat. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya penyakit yang berbahaya.

Berbagai kebiasaan tidak sehat bagi ginjal

Pakar kesehatan menyebut ginjal yang sudah mulai rusak atau terkena penyakit akan tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Hal ini tentu akan membuat berbagai macam racun di dalam tubuh semakin menumpuk dan akhirnya berimbas buruk pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berikut adalah berbagai kebiasaan tidak sehat yang bisa membahayakan ginjal kita.

  1. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam

Makanan dengan kandungan garam yang tinggi tak hanya bisa kita temukan di masakan yang dibuat sendiri atau di tempat makan. Dalam realitanya ada banyak sekali makanan kemasan yang juga tinggi garam seperti keripik, biskuit, dan lain-lain. Sayangnya, kita tidak menyadarinya karena rasanya belum tentu asin.

Tak hanya bisa meningkatkan tekanan darah. Makanan tinggi garam juga bisa membebani ginjal dan akhirnya menurunkan fungsinya dengan signifikan. Bahkan, pakar kesehatan James Simon dari Cleveland Clinic menyebut hobi mengonsumsi makanan tinggi garam bisa memicu peningkatan risiko terkena batu ginjal.

Demi menjaga kondisi tubuh, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan garam maksimal 2.300 mg saja setiap hari.

  1. Malas memeriksa tekanan darah secara teratur

Tekanan darah memiliki pengaruh besar bagi kondisi ginjal secara keseluruhan. Jika kita mengalami masalah tekanan darah tinggi yang tak terkendali, maka hal ini bisa memicu kerusakan pada pembuluh darah yang ada pada ginjal dan akhirnya merusak organ ini. Masalahnya adalah banyak orang yang bahkan tidak menyadari dirinya mengalami masalah tekanan darah tinggi karena tidak pernah memeriksakannya.

Pastikan untuk rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah setidaknya setahun dua kali demi mengetahui kondisi tekanan darah dalam tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat demi menjaga keseimbangannya.

  1. Masih merokok

Rokok bisa memberikan dampak kesehatan yang sangat besar bagi hampir semua bagian dan organ tubuh. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam memicu peningkatan tekanan darah dan merusak pembuluh darah, termasuk yang ada di ginjal. Sebuah penelitian membuktikan bahwa hobi merokok hingga 16 tahun lamanya bisa meningkatkan risiko kanker ginjal hingga 40 persen!

  1. Kurang minum

Tak hanya akan menyebabkan rasa haus atau dehidrasi, kurang minum juga bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh ginjal yang harus bekerja dengan keras untuk menyaring darah yang jauh lebih kental akibat tidak seimbangnya cairan tubuh. Hal inilah yang kemudian akhirnya menurunkan fungsinya dengan signifikan.

  1. Sembarangan minum obat

Sembarangan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tanpa memperhatikan dosis atau saran dokter bisa memicu kerusakan ginjal. Konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter juga bisa menyebabkan hal yang sama. Hal ini disebabkan oleh ginjal yang harus bekerja dengan keras demi mengolah obat-obatan ini sehingga akhirnya rentan mengalami kerusakan.

  1. Kurang tidur

Kurang tidur akan membuat ginjal menjadi lebih tegang dan tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Hal ini akhirnya bisa berimbas pada kerusakan organ ini dengan signifikan.

  1. Hobi mengonsumsi alkohol

Tak hanya bisa menyebabkan kerusakan atau penyakit pada hati, hobi mengonsumsi minuman beralkohol bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis hingga dua kali lipat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

6 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

6 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

keripik-asin-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Guilia Carradori

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh banyak orang adalah kanker. Tak hanya bisa membuat risiko terkena kematian dini meningkat, pengidapnya akan mengalami penderitaan yang luar biasa mengingat penyakit ini menggerogoti bagian tubuh. Selain itu, proses pengobatan penyakit ini juga cenderung sangat berat dan belum tentu bisa menyembuhkannya hingga benar-benar tuntas. Karena alasan inilah sebaiknya kita sebisa mungkin mencegah kedatangannya.

Berbagai macam makanan yang harus dihindari demi mencegah kanker

Salah satu cara yang bisa kita lakukan demi mencegah datangnya kanker adalah dengan menerapkan pola makan yang tepat. Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan yang ternyata bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini sehingga sebaiknya kita hindari.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Minuman bersoda

Minuman bersoda cenderung digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh rasanya yang enak dan menyegarkan, apalagi jika disajikan dalam kondisi dingin. Masalahnya adalah minuman bersoda termasuk dalam minuman yang paling tidak baik bagi kesehatan.

Kandungan gula di dalam minuman bersoda sangatlah tinggi. Apalagi ditambah dengan fakta bahwa jenis gula yang ada di dalam minuman ini adalah sirup jagung yang tinggi kandungan fruktosa. Gula ini sangatlah pekat dan cenderung sulit dicerna oleh tubuh.

Jika kita sering mengonsumsinya, organ pencernaan, khususnya hati akan bekerja dengan sangat keras demi mengolahnya. Ditambah dengan paparan bahan pewarna buatan di dalam minuman ini, maka risiko untuk memicu datangnya kanker di organ pencernaan akan meningkat.

  1. Makanan dengan bahan tepung putih

Makanan dari bahan tepung putih seperti pasta, roti, dan berbagai macam kue bisa dengan mudah kita temui setiap hari. Masalahnya adalah di balik kenikmatan makanan-makanan ini, ada peningkatan risiko kanker jika kita terlalu sering mengonsumsinya. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan tepung putih yang menggunakan beberapa bahan kimia yang berpotensi meningkatkan risiko terkena kanker.

Selain itu, cukup banyak makanan dengan kandungan tepung putih yang tinggi kandungan gula, kandungan yang bisa memicu datangnya peradangan pada tubuh jika terlalu banyak dikonsumsi.

  1. Keripik kentang

Keripik kentang, khususnya yang sudah dikemas dengan berbagai varian rasa yang menarik ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker jika sering dikonsumsi, lho. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak trans, bahan pengawet, serta garam di dalamnya.

Selain itu, proses pengolahan kentang dengan suhu tinggi ternyata juga bisa memicu munculnya kandungan akrilamida. Salah satu kandungan yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan datangnya kanker.

  1. Margarin

Margarin yang sering kita jadikan bahan pembuat kue ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahannya yang menggunakan minyak dalam suhu tinggi yang akhirnya bisa memicu munculnya zat kimia berjenis lycidol serta 3-MCPdare yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan datangnya kanker.

  1. Popcorn yang diolah di dalam microwave

Popcorn yang diolah dengan menggunakan microwave memang memiliki rasa yang enak, namun pakar kesehatan menyebut makanan ini sudah memiliki kandungan zat kimia PFOA yang merupakan salah satu bahan bersifat karsinogen. Selain itu, kita juga bisa menemukan bahan kimia lain seperti diacetyl di dalam popcorn ini. Bahan ini juga bisa memicu datangnya kanker.

  1. Daging merah

Meski tinggi nutrisi, daging merah memang sebaiknya kita batasi konsumsinya karena bisa memicu datangnya berbagai macam masalah kesehatan seperti kanker, obesitas, dan lain-lain jika sering dikonsumsi. Bahkan, jika kita cenderung hobi mengonsumsi daging bakar, risiko terkena kanker pankreas bisa naik hingga 60 persen!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Senin, 22 Juli 2019
7 Manfaat Tak Terduga dari Makan Pisang

7 Manfaat Tak Terduga dari Makan Pisang

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

pisang-doktersehat
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Salah satu buah yang paling mudah didapatkan di Indonesia adalah pisang. Tak harus membelinya di toko buah, banyak orang yang bahkan bisa dengan mudah mendapatkannya di kebun-kebun atau pekarangan dekat dengan rumah. Selain rasanya yang manis dan mengenyangkan, pakar kesehatan menyebut pisang sebagai salah satu buah yang bisa memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar bagi tubuh.

Berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari makan pisang

Di dalam buah pisang terdapat banyak sekali nutrisi sehat seperti potasium, kalium, serat, zat besi, magnesium, dan berbagai macam vitamin. Hal ini membuatnya masuk dalam daftar makanan superfood yang kaya akan manfaat kesehatan.

Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapatkan jika kita rajin mengonsumsi pisang.

  1. Baik bagi kesehatan otak

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, di dalam pisang terdapat kandungan kalium yang tinggi. Kandungan ini ternyata sangat baik bagi kesehatan otak, khususnya dalam membuat fungsinya meningkat. Kita pun akan lebih baik dalam berpikir, berkonsentrasi, dan mengingat.

Selain itu, di dalam pisang juga tinggi kandungan magnesium. Kandungan ini bisa membuat fungsi otak semakin meningkat karena akan membuat sel-sel di antara otak bisa saling berkirim sinyal dengan lebih baik. Magnesium juga akan memastikan reseptor n-methyl-d-aspartate (NMDA) yang bisa membuat perkembangan otak pada anak-anak semakin maksimal. Hal ini juga akan membuat kemampuan belajar dan daya ingat meningkat dengan drastis.

  1. Bisa menyediakan energi

Di dalam pisang terdapat kandungan gula alami dan serat yang bisa membuat tubuh menjadi lebih berenergi. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsinya sebagai camilan atau saat merasa lapar, akan membuat tubuh menjadi kembali bertenaga untuk melakukan berbagai macam hal.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa makan dua buah pisang bisa menyediakan energi yang cukup bagi tubuh untuk berjalan dalam waktu 90 menit. Hal ini berarti, energi yang disediakan buah ini memang cukup besar.

  1. Bisa memperlancar saluran pencernaan

Pisang tinggi kandungan serat. Kandungan ini dikenal luas baik bagi kesehatan pencernaan karena bisa mencegah datangnya masalah sembelit, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya. Jenis serat yang ada di dalam pisang adalah serat pektin yang juga bisa membuat risiko terkena kanker usus besar bisa ditekan dengan signifikan.

  1. Bisa mengendalikan kadar gula darah

Meskipun memiliki rasa yang manis, pisang justru akan membantu mengendalikan kadar gula darah tetap seimbang. Hal ini disebabkan oleh keberadaan serat pektin yang bisa membantu tubuh menjalankan fungsi ini. Selain itu, dengan mengonsumsi pisang sebagai camilan, bukannya camilan tidak sehat lainnya, akan menjaga asupan kalori dan gula tidak berlebihan.

American Diabetic Association menyebut konsumsi pisang secara teratur bisa membantu mencegah datangnya diabetes dengan efektif.

  1. Tinggi kandungan antioksidan

Di dalam pisang terdapat kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Tak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dan melawan paparan buruk radikal bebas, pakar kesehatan menyebut antioksidan ini bisa meningkatkan produksi hormon dopamine dan katekin yang bisa mencegah datangnya stres dan peradangan.

  1. Baik untuk diet

Di dalam pisang terdapat kandungan karbohidrat berjenis resistant starch yang bisa membuat perut kenyang dalam waktu yang lama. Hal ini berarti, makan pisang sebagai bagian dari menu makanan harian atau camilan bisa membantu menurunkan berat badan.

  1. Bisa mengatasi stres

Kandungan asam amino triptofan dan vitamin B6 bisa merangsang produksi hormon serotonin di dalam tubuh yang menghilangkan stres, memperbaiki suasana hati, membuat pikiran dan tubuh menjadi rileks, dan akhirnya berimbas pada sensasi lebih bahagia.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

7 Hal yang Harus Kita Pahami Tentang Masturbasi Sebelum Seks

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

masturbasi-sebelum-seks-doktersehat

DokterSehat.Com – Masturbasi adalah salah satu aktivitas seks solo yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tanpa perlu memiliki pasangan, masturbasi bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan yang besar. Selain itu, masturbasi juga memberikan sejumlah manfaat salah satunya dalam seks aktual yang dilakukan oleh pria atau wanita.

Fakta masturbasi sebelum seks

Ada banyak ritual yang dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan seks. Ada yang suka menyaksikan video pornografi hingga melakukan masturbasi terlebih dahulu. Masturbasi sebelum seks dikatakan mampu memberikan manfaat dalam aktivitas ranjang, benarkah demikian?

  1. Membantu disfungsi seksual

Disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Kondisi ini bisa muncul dalam bentuk ketidakmampuan dalam hal ereksi, mendapatkan orgasme, hingga sulit mendapatkan ejakulasi. Masalah seperti ini bisa terjadi karena ada gangguan fisik di kemaluan. Namun, juga bisa disebabkan oleh beberapa masalah seperti gangguan psikologi.

Beberapa pria sering menggebu-gebu dalam seks, tapi saat seks dilakukan mereka jadi cepat ejakulasi dan sulit menikmati seks. Cara terbaik yang kerap dilakukan oleh banyak orang untuk mengatasinya adalah dengan melakukan masturbasi. Kalau Anda melakukan masturbasi dahulu, energi berlebihan bisa dirilis. Kondisi ini menyebabkan Anda jadi mudah menikmati seks dan ejakulasi datang lebih lama.

  1. Periode refraktori pada pria

Setiap pria memiliki periode refraktori yang berbeda-beda. Yang dimaksud periode refraktori adalah periode antara ejakulasi pertama hingga penis bisa mendapatkan ereksi dengan maksimal. Pada periode ini biasanya penis sedang mengalami fase penyembuhan kembali agar bisa digunakan dengan maksimal.

Pada periode ini beberapa pria masih bisa mendapatkan ereksi dengan baik. Namun, tidak semuanya bisa mendapatkan ejakulasi dengan cepat. Hal inilah yang sering dimanfaatkan oleh seseorang. Ejakulasi akan menjadi lama sehingga Anda dan pasangan bisa melakukan seks dengan lebih santai dan tidak terburu-buru.

  1. Mempertahankan ereksi jadi masalah besar pria

Banyak pria menganggap kalau masturbasi sebelum seks akan membuat performa menjadi lebih baik. Namun, tidak semua pria bisa memiliki kemampuan itu. Beberapa pria khususnya yang sudah berusia lanjut atau memiliki masalah kesehatan akan susah ereksi lagi dan butuh waktu yang lama.

Selain itu ada juga masalah mempertahankan ereksi yang sulit dilakukan setelah mendapatkan orgasme. Jadi, sebelum melakukan masturbasi sebelum seks, disarankan untuk lebih mengetahui kondisi fisik. Kalau kondisi fisik tidak maksimal, ejakulasi duluan akan membuat Anda jadi letoi dan tidak bisa melakukan seks dengan maksimal.

  1. Membuat wanita tidak nyaman

Pengaruh masturbasi terlebih dahulu sebelum seks mungkin bisa saja membuat pria jadi lebih mudah menikmati seks. Namun, pada wanita efeknya akan sedikit berbeda. Wanita yang mendapatkan orgasme berkali-kali saat masturbasi akan memiliki kemaluan yang sensitif. Kalau seks dilakukan, rasa nyeri dan tidak nyaman bisa saja didapatkan.

Meski setiap wanita memiliki kondisi fisik dan ketahanan berbeda-beda, periode refraktornya cenderung lebih cepat. Bahkan, setelah orgasme pun wanita bisa mendapatkannya berkali-kali. Berbeda dengan pria yang harus menunggu hingga penis pria ereksi kembali, wanita bisa langsung melakukan seks begitu saja.

  1. Menurunkan ketakutan saat seks

Seks memang aktivitas yang menarik dan bisa membuat Anda senang melakukannya. Namun, tidak semua orang bisa menikmati seks dengan baik. Seks bisa saja menjadi sesuatu yang menakutkan pada seseorang sehingga mereka takut. Kalau seks membuat seseorang jadi takut dan tidak relaks, kemungkinan besar disfungsi seks akan terjadi pada pria atau wanita.

Melakukan masturbasi terlebih dahulu sebelum seks bisa membuat Anda jadi lebih nyaman dan juga relaks. Pria yang awalnya mengalami gangguan saat ereksi bisa mengatasinya dengan baik. Wanita pun juga lebih relaks sehingga ketakutan yang dialami bisa hilang. Apalagi pasangan saling memberikan dukungan dan melakukan komunikasi dengan matang terlebih dahulu.

  1. Memberikan rasa nyaman dan mencegah sakit

Khususnya pada wanita, salah satu masalah yang membuat mereka malas melakukan seks adalah rasa sakit. Nah, rasa sakit ini bisa muncul karena wanita belum relaks dan vagina belum disiapkan dengan baik. Akhirnya, saat pria melakukan penetrasi gesekan yang cukup kuat di vagina membuat mereka jadi kesakitan dengan sendirinya.

Cara terbaik untuk mengatasi rasa sakit ini adalah dengan masturbasi terlebih dahulu. Wanita tidak perlu melakukan masturbasi sampai mereka orgasme. Cukup sampai tubuh menjadi siap secara seksual. Misal vagina sudah basah dan mengeluarkan cukup banyak cairan pelumas. Kalau wanita melakukan ini mereka akan mudah mendapatkan orgasme dan membantu pria dalam merangsang tubuh mereka.

  1. Bisa meningkatkan intimasi

Salah satu masalah terbesar dari seks dan bisa merambah ke hubungan adalah orgasme. Ada pasangan yang terobsesi membuat pasangannya puas. Selain itu ada pasangan yang menginginkan dipuaskan. Kalau kepuasan seks dalam hal ini orgasme tidak muncul masalah bisa saja terjadi dan membuat kedua belah pihak jadi tidak nyaman atau berkonflik.

Melakukan masturbasi dahulu akan memberikan manfaat itu, apalagi pada wanita. Dengan melakukan masturbasi dahulu hingga puas atau hingga terangsang, seks akan berjalan dengan baik. Vagina sudah siap menerima penetrasi sehingga orgasm akan mudah didapatkan.

Wanita tidak perlu memalsukan orgasmenya untuk membuat pasangan puas. Selalu jalin komunikasi dengan baik, karena seks bukan hanya aktivitas fisik saja, tapi juga batin.

Inilah beberapa hal tentang masturbasi sebelum seks yang harus kita pahami bersama-sama. Dari ulasan di atas kita bisa menemukan beberapa fakta kalau tidak semua orang itu sama. Kadang masturbasi bisa membantu mereka dalam seks, tapi tidak sedikit yang membuat mereka jadi



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Spermisida: Fungsi, Cara Pakai, Kelebihan Kekurangan

Spermisida: Fungsi, Cara Pakai, Kelebihan Kekurangan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

spermisida-doktersehat

DokterSehat.Com – Dari sejumlah metode pencegahan kehamilan (kontrasepsi), nama spermisida mungkin belum sepopuler metode-metode lainnya, seperti suntik KB, pil KB, spiral, vasektomi, hingga penggunaan kondom. Apakah Anda termasuk salah satu yang belum familiar dengan spermisida? Jika ya, maka apa itu spermisida? Bagaimana cara kerja spermisida? Seberapa efektifkah spermisida dalam mencegah kehamilan?

Apa Itu Spermisida?

Spermisida adalah satu dari pelbagai alat kontrasepsi bagi pasangan yang hendak menunda kehamilan. Spermisida (spermicide) berfungsi untuk membunuh sel sperma, atau menghambat pergerakan sperma sebelum sampai pada sel telur.

Manfaat spermisida untuk mencegah terjadinya kehamilan ini dikarenakan kandungan bahan kimia bernama nonoxynol-9, yang mana zat ini memang diformulasikan khusus untuk membunuh atau menghambat pergerakan sperma.

Spermisida tersedia dalam berbagai macam bentuk, yakni:

  • Krim
  • Gel
  • Busa (Foam)
  • Tablet
  • Vaginal contraceptive film (VCF)
  • Spermisida supositori

Cara Kerja Spermisida

Seperti yang sudah dijelaskan, cara kerja spermisida adalah dengan mematikan sel sperma, atau menutup jalan sperma menuju sel telur, yang mana zat kimia nonoxynol-9 menjadi ‘pemeran utama’ dari proses ini.

Spermisida diletakkan di dalam vagina, tepatnya di dekat leher Rahim, beberapa saat sebelum melakukan hubungan seks. Setelah itu, alat kontrasepsi ini mulai bekerja ketika penetrasi sudah sampai pada tahap ejakulasi.

Kendati demikian, efektivitas spermisida dalam sebagai alat kontrasepsi ada baiknya tetap diimbangi dengan pemakaian alat kontrasepsi lainnya, seperti kondom. Pasalnya, penggunaan spermisida yang ditunjang dengan alat kontrasepsi lain memiliki efektivitas 95 persen, sedangkan penggunaan spermisida tanpa alat kontrasepsi pendukung memiliki efektivitas 70-80 persen.

Cara Pakai Spermisida

Cara pakai spermisida ada beberapa macam. Untuk spermisida jenis krim, gel, dan foam, cara memakainya adalah dengan mengoleskan atau menyemprotkan ke dalam vagina menggunakan alat khusus yang biasanya sudah disertakan dalam produk spermisida tersebut.

Sementara itu, pada jenis spermisida lainnya seperti VCF, cara menggunakannya yakni dengan meletakkannya di belakang vagina, sedangkan spermisida supositori bisa langsung dimasukkan ke dalam vagina tanpa bantuan alat khusus.

Rentang waktu antara pemakaian spermisida dengan penetrasi penis ke dalam vagina bervariasi. Beberapa jenis spermisida seperti krim, gel, dan foam memungkinkan Anda untuk bisa segera melakukan hubungan seks setelah pemakaian. Khusus spermisida seperti VCF dan tablet, sebaiknya dipakai 10-30 menit sebelum berhubungan badan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan cara pakai yang tertera pada kemasan produk spermisida. Atau, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan alat kontrasepsi spermisida tersebut.

Satu lagi, guna memaksimalkan kinerja spermisida, Anda disarankan untuk tidak melakukan douching, yakni membersihkan vagina menggunakan sabun pembersih khusus vagina, selama kurang lebih 6 (enam) jam pasca selesai berhubungan badan. Atau, Anda sebetulnya tidak perlu melakukan douching tersebut.

Keunggulan Spermisida

Hadirnya spermisida sebagai alternatif alat kontrasepsi bukannya tanpa alasan. Ada sejumlah keunggulan dari produk kontrasepsi spermisida ini, yaitu:

1. Bersifat Jangka Pendek

Banyak pasangan yang dilanda kekhawatiran manakala menggunakan metode kontrasepsi yang sifatnya jangka panjang, seperti vasektomi, suntik KB, atau spiral. Pasalnya, penggunaan alat-alat tersebut memiliki efek samping yang cukup mengganggu, misalnya:

  • Kenaikan berat badan
  • Rasa mual
  • Penurunan gairah seks
  • Sakit kepala
  • Perdarahan
  • Memar pada testis

Hal demikian tidak terjadi jika Anda menggunakan spermisida, mengingat alat kontrasepsi ini sifatnya jangka pendek karena hanya bekerja saat dipakai.

2. Perawatan Mudah

Menggunakan alat kontrasepsi seperti spiral, Anda perlu untuk melakukan kontrol ke dokter guna memastikan alat tersebut berfungsi baik, atau jika memerlukan pergantian. Cukup merepotkan, bukan? Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap pemeriksaan.

Sedangkan spermisida, Anda bisa memasangnya secara mandiri, pun dengan perawatannya. Asalkan, letakkan spermisida ini di tempat yang bersih dan hindari dari jangkauan anak-anak.

3. Lebih Murah

Sama seperti kondom, spermisida adalah solusi birth control yang efektif, namun tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Spermisida pun bisa Anda dapatkan di apotek-apotek terdekat. Mengingat alat kontrasepsi spermisida ini dijual bebas, perhatikan baik-baik cara pakainya.

Kelemahan Spermisida

Akan tetapi, bukan berarti spermisida bersih dari yang namanya kekurangan. Faktanya, alat kontrasepsi ini memiliki sejumlah kelemahan yang harus Anda perhatikan, yaitu:

1. Harus Digunakan Bersama Alat Kontrasepsi Lain

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pengguna spermisida disarankan untuk tetap mengenakan alat kontraspesi lain—seperti kondom—guna memaksimalkan efektivitas spermisida. Pasalnya, penggunaan spermisida tanpa ditunjang dengan alat kontrasepsi sepreti kondom masih memungkinkan wanita untuk hamil.

Sekitar 28 dari 100 wanita yang menggunakan spermisida untuk pertama kali tanpa pasangannya mengenakan kondom, dilaporkan tetap hamil.

2. Risiko Infeksi

Keleman spermisida lainnya yang perlu Anda waspadai adalah, bahwa alat ini tidak serta merta mencegah Anda dari terkena infeksi akibat hubungan seks (PMS), termasuk infeksi yang berujung pada penyakit HIV/AIDS.

Tak hanya itu, risiko iritasi vagina juga semakin meningkat seiring pemakaian spermisida yang terlalu sering.

3. Cara Pakai yang Kurang Efisien

Apabila Anda dan pasangan sudah ‘tidak tahan’ untuk segera bercinta, maka spermisida bukanlah pilihan yang tepat. Pasalnya, Anda harus menunggu beberapa saat pasca pemakaian spermisida untuk bisa melakukan penetrasi. Namun, hal ini hanya berlaku untuk spermisida jenis VCF dan tablet.

Nah, itu dia informasi mengenai apa itu spermisida, mulai dari cara kerjanya hingga keunggulan dan kelemahan dari alat kontrasepsi yang satu ini. Pemilihan metode pencegahan kehamilan (birth control) tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda maupun pasangan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna menentukan metode kontrasepsi yang tepat. Semoga bermanfaat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bolehkah Balita Makan Durian?

Bolehkah Balita Makan Durian?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

bahaya-durian-doktersehat
Photo Source: Flickr/goosmurf

DokterSehat.Com– Durian adalah salah satu buah yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Di balik aromanya yang sangat kuat, durian dianggap sebagai salah satu buah yang bisa memberikan kepuasan tersendiri setelah dikonsumsi. Hanya saja, apakah tidak apa-apa jika bayi atau balita juga ikut mengonsumsi durian?

Apakah bayi atau balita boleh makan durian?

Tekstur durian yang cenderung lembut membuatnya bisa dikonsumsi oleh siapa saja. Selain itu, durian juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi seperti gula alami, protein, vitamin, kalsium, zat besi, fosfor, dan lain-lain. Mengonsumsinya juga bisa membuat energi tubuh semakin meningkat.

Hanya saja, pakar kesehatan ternyata tidak menyarankan bayi atau balita untuk mengonsumsi durian. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula alaminya yang sangat tinggi sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kondisi kesehatannya.

Bayi atau balita sebaiknya tidak dibiasakan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan garam atau gula yang tinggi. Bahkan, khusus untuk bayi, ginjal mereka baru bisa mengolah gula dan garam dalam jumlah yang kurang dari satu gram. Hal ini berarti, jika sampai mereka mengonsumsi durian, maka ginjal di dalam tubuh akan bekerja dengan jauh lebih keras.

Bisa jadi, hal ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal atau hipertensi di kemudian hari. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika penyakit-penyakit ini bisa memicu kematian dini.

Selain itu, meskipun cenderung lembut, durian sebenarnya memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Daging buah ini juga harus dikunyah hingga benar-benar lembut sebelum ditelan. Masalahnya adalah masih banyak balita yang tidak mengunyah makanan dengan cukup. Jika mereka mengonsumsinya, dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan pencernaan atau konstipasi.

Durian juga cenderung bisa menyebabkan sensasi panas di dalam perut. Jika bayi atau balitan mengonsumsinya, dikhawatirkan akan mengalami sakit tenggorokan atau gangguan susah tidur akibat kondisi ini.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita tidak memberikan durian pada bayi atau balita demi mencegah datangnya masalah kesehatan pada mereka. Berikanlah buah-buahan lainnya yang lebih aman dan bermanfaat bagi kondisi mereka.

Beberapa orang yang dilarang untuk mengonsumsi durian

Pakar kesehatan menyebut durian sebagai buah yang tidak bisa sembarangan dikonsumsi. Ada beberapa kelompok orang yang ternyata tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi durian.

Berikut adalah orang-orang tersebut.

  1. Sudah mengalami masalah obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan seringkali dianggap sebagai awal dari berbagai masalah kesehatan lainnya. Hal ini disebabkan oleh penyakit ini yang bisa berujung menjadi penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan lain-lain. Penderita penyakit ini pun disarankan untuk mengubah pola makan atau gaya hidupnya demi menurunkan berat badan dan mencegah datangnya masalah-masalah kesehatan tersebut.

Salah satu makanan yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh penderita obesitas adalah durian. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalori dan karbohidratnya yang sangat tinggi. Salah-salah, jika mereka sering makan durian, berat badan akan terus naik dan risiko terkena penyakit kronis akan semakin meningkat.

  1. Sudah menderita diabetes

Penderita diabetes yang sudah tidak bisa lagi mengendalikan kadar gula darah dalam tubuhnya sangat tidak disarankan untuk makan durian. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula alami di dalam durian yang sangat tinggi. Bisa jadi, hal ini akan memicu lonjakan kadar gula darah yang menyebabkan komplikasi.

  1. Memiliki masalah maag

Sebenarnya, penderita maag masih boleh makan durian, asalkan porsi atau frekuensinya wajar dan tidak berlebihan, namun jika kondisi maag yang kita alami sudah cukup parah, sebaiknya memang tidak lagi mengonsumsi buah ini.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

11 Manfaat Pijat Bayi yang Wajib Diketahui Orang Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

manfaat-pijat-bayi-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Martina Aguirre

DokterSehat.Com – Stimulasi pijat memiliki beberapa istilah yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage, dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Apa saja manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan?

Manfaat Pijat Bayi

Perlu Anda ketahui bahwa urut bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua atau tenaga kesehatan.

Pada saat melakukan pijat, stimulasi yang ditambahkan adalah melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya.

Pada dasarnya tujuan fungsi pijat bayi adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya.

Pijat bayi dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi pemberian pijatan per hari.

Berikut ini adalah beberapa manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan, di antaranya:

1. Membuat bayi lebih rileks

Manfaat pijat bayi yang pertama adalah bisa menstimulasi sistem saraf pusatnya. Hal ini akan membuat otak memproduksi lebih banyak serotonin yang membuatnya nyaman, sekaligus menurunkan kortisol (hormon stres). Selain itu, kondisi ini juga membuat detak jantung dan napas bayi menjadi lebih lambat, sehingga membuat bayi menjadi lebih rileks.

2. Tidak mudah rewel

Manfaat memijat bayi berikutnya adalah dapat membuat bayi tidak mudah rewel atau menangis secara berlebihan dan bisa membuatnya tidurnya lebih nyenyak. Bahkan, urut bayi juga dipercaya dapat meringankan sembelit atau sakit perut.

3. Memperkuat ikatan dengan orang tua

Selain manfaat fisik yang bisa didapatkan bayi, manfaat pijat bayi juga berguna untuk meningkatkan hubungan emosional antara bayi dengan orang tua. Sentuhan dan gerakan saat memijat adalah ‘komunikasi’ yang menyenangkan antara bayi dengan orang tua.

4. Membuat bayi tidur lebih pulas

Seperti penjelasan sebelumnya, karena manfaat pijat bayi bisa membuatnya menjadi lebih rileks. Dampak lanjutannya akan membuat bayi lebih mudah tertidur di malam hari. Ketika bayi tertidur nyenyak, maka si kecil akan tidur pulas semalaman–tanpa harus terbangun terlalu dini atau sambil menangis.

Jika bayi sering terbangun di tengah malam disertai dengan tangisan, sepertinya Anda bisa mencoba memberikan pijatan disore harinya.

5. Menurunkan risiko terjadinya kolik dan kembung

Salah satu gangguan yang umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir adalah kembung dan kolik karena sistem pencernaannya yang belum sempurna. Manfaat pijat bayi terbukti bisa melancarkan pergerakan usus dan pencernaan, sehingga menurun risiko kedua gangguan tersebut.

6. Mendukung pertumbuhan otak

Manfaat pijat bayi yang banyak orang tidak sangka ini adalah berguna bagi perkembangan otak bayi. Saat bayi Anda mendapatkan pengalaman baru–seperti pijat misalnya–hal itu akan merangsang lahirnya sel-sel otak baru yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya

Berbagai macam variasi sentuhan, aroma dari minyak pijat, hingga komunikasi Anda dengannya adalah stimulasi yang menghasilkan mielin, zat pada otak yang berfungsi untuk mengatur mengatur impuls saraf yang berkaitan dengan kemampuan sensoris dan motorik.

7.  Membantu mengatasi depresi pasca-melahirkan

Bagi wanita yang mengalami depresi pasca-melahirkan, sebaiknya Anda harus mendapatkan manfaat memijat bayi. Ketika Anda melakukan pijatan pada bayi, hal itu otomatis akan membuat tubuh lebih rileks.

Tidak hanya produksi hormon oksiton pada bayi yang mengalami peningkatan, kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita yang baru melahirkan sehingga membuat perasaannya lebih positif. Interaksi mesra bersama buah hati akan membantu memperbaiki suasana hati.

8. Melatih sensitivitas dan indera

Sentuhan lembut dan berirama yang diterima bayi berguna menstimuli saraf dan indera perabanya. Urut bayi membuat anak Anda bisa membedakan sentuhan mana yang terlalu besar dan mana yang tepat. Manfaat pijat bayi yang bisa didapatkan adalah otot-otot bayi akan lebih kuat dan fleksibel.

9. Meningkatkan berat badan

Selain bisa memengaruhi suasana psikis, manfaat pijat bayi berikutnya juga bisa memengaruhi kondisi fisik bayi. Sebuah penelitian mengungkapkan, bayi yang dipijat mengalami peningkatan berat badan dibanding bayi yang tidak pernah dipijat.

Hasil yang lebih optimal bisa didapatkan apabila pijatan dilakukan dengan minyak pijat (bisa alami atau buatan). Efek hangat yang umumnya didapatkan dari minyak pijat mampu membuat bayi lebih optimal dalam mencerna ASI.

10. Meningkatkan kepadatan tulang

Selain detak jantung dan otak bayi yang lebih stabil setelah mendapatkan manfaat pijat bayi, manfaat memijat bayi yang terlahir prematur adalah membantunya meningkatkan kepadatan tulang.

11. Mengoptimalkan proses pencernan

Jika bayi Anda terlahir prematur, manfaat pijat bayi dengan baby oil dipercaya bisa membantu stimuli saraf yang menghubungkan antara otak dan perut, sehingga membuat proses pencernaannya lebih optimal.

Perbedaan Pijat Bayi dengan Urut Tradisional

Pada prinsipnya yang dimaksud dengan pijat dan urut memiliki kemiripan yaitu keduanya merupakan bentuk manipulasi pada jaringan lunak secara manual yaitu dengan melakukan memegang, menggerakkan, dan atau memberikan penekanan pada tubuh untuk memberi pengaruh positif.

Namun, ada hal lain yang secara prinsip juga berbeda. Urut sering kali dikaitkan dengan istilah dukun pijat atau paraji yang melakukan pijatan untuk menyembuhkan penyakit. Sehingga tujuan dari urut lebih ke penyembuhan suatu penyakit. Sering kali demi tujuan ini, pijatan pada bayi bisa terus dilakukan meski bayi menangis (mungkin karena sakit).

Sedangkan pijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang harus dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan, dapat dilakukan secara bersamaan dengan pemberian stimulasi lainnya (auditori berupa musik, suara, stimulasi visual dan lainnya), dilakukan oleh orang tua, tenaga kesehatan dan sangat bergantung pada respons bayi.

Apabila bayi menunjukkan tanda-tanda kurang nyaman atau menangis, maka Anda harus menghentikan pijatan, mengecek penyebab bayi menangis (apakah karena bayi BAK, BAB, pijatan terlalu keras, atau bayi tidak nyaman dengan jenis pijatan tertentu).

Pada Usia Berapa Pijat Bayi Boleh Dilakukan?

Pada bayi cukup bulan sebenarnya sesegera mungkin setelah bayi stabil. Sedangkan, untuk bayi kurang bulan harus diperiksa terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan apakah sudah dapat diberikan pijat bayi atau tidak.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pijat bayi? Sebaiknya jangan setelah minum susu/makan, jangan saat bayi lapar, jangan saat bayi sedang menunjukkan tanda-tanda enggan untuk dipijat.

Selain itu, hindari membangunkan bayi dari tidur hanya untuk dipijat. Bayi yang sakit sebaiknya dibawa dulu ke tenaga kesehatan untuk dipastikan apakah memerlukan perawatan khusus atau tidak.

Amankah Melalukan Pijat Bayi?

Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai bahaya pijat bayi sebagai bentuk stimulasi pada bayi dan anak. Pijat bayi aman dilakukan bila orang tua mengikuti petunjuk seperti melihat respons bayi dan dilakukan dalam suasana nyaman.

Hal-hal yang diperlukan saat melakukan pijat bayi, antara lain:

  1. Selalu memperhatikan setiap respons bayi.
  2. Bila bayi menangis maka sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada bayi.
  3. Dalam memberikan pijatan, dapat diberikan stimulasi lain seperti memperdengarkan lagu, mengajak anak bicara dan lainnya.
  4. Gunakan lotion atau baby oil atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan bayi.
  5. Atur suhu ruangan yang membuatnya tidak kedinginan.


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.